oleh Bp Charles Manurung Bacaan : Yesaya 40 : 12 – 14 40 : 12; Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?
10 June 2009 at 03:21 -
Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu.
10 January 2009 at 12:04 -
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu [...]
3 January 2009 at 12:04 -
Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.
1 January 2009 at 06:31 -
Taun 1995, pak De Ciputra mbuka alas nang ds Cikupa Tangerang, njenenge Perumahan Citraraya … biasane mbutuhke mandor lan kuli uakeh, ake-akehe bocah Ngawi lan Purwodadi … Njenenge mandor nekwis bathi yo kethok, iso tuku pit, tuku kios, llan liyone. Mung nasibe bedho mandor Parmin, gaweane kethok akeh, nanging yo tetep nelongso. Jilalah ketemu karo [...]
16 November 2008 at 11:51 -