Tentang GKJW Caruban

Tentang GKJW Caruban

SEJARAH GKJW JEMAAT CARUBAN

Diawali kerinduan sekelompok orang percaya di wilayah kecamatan Mejayan, Pilangkenceng & Saradan untuk bersekutu secara rutin setiap hari minggu, maka pada tanggal 18 Januari 1968 , seorang warga Kristen mewakili 10 orang lainnya mengajukan permohohan ijin kepada Tri Tunggal kecamatan Pilangkenceng kabupaten Madiun. Surat ijin dikeluarkan agar dpat digunakan untuk mengadakan PI & sekaligus beribadah rutin bertempat di rumah salah seorang warga di desa Kedungrejo kecamatan Pilangkenceng kabupaten Madiun, bernuansa GKJW.

Dalam dukungan pemerintah desa setempat khususnya & warga TNI yang sebagiannya umat Kristen ketika itu, persekutuan kelompok kecil itu bertumbuh. pada tanggal 23 Juni 1968 diadakan baptisan pertama oleh bapak pendeta Drs Siswojo dari GKJW jemaat Madiun yang sekaligus meresmikan persekutuan di Kedungrejo dengan warga berjumlah 17 orang.

Karena kondisi daerah & jalan yang belum sebagus sekarang, juga karena semakin bertambahnya jumlah warga, maka pada Februari 1969, tempat ibadah rutin Minggu dipindah ke rumah ibu Sasmini yang berada di Caruban. Pelayanan menjadi semakin lancar & semakin menunjukkan pertumbuhan. pada pertengahan tahun 1969, jumlah warga pepanthan Caruban menjadi 34 orang dengan tempat ibadah yang berpindah-pindah dari rumah ke rumah.

Berkat rahmat Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, pada tanggal 1 Januari 1986, Pepanthan Caruban mewujudkan sebuah Gedung Ibadah permanen bertempat di Jl. Nias 20 Caruban, dengan diresmikan oleh bapak pendeta Nuri Adi Wijoto, pelayan dari jemaat jemaat Madiun. PAda awal pembangunan, seperti umumnya terjadi pada proses pembangunan Gedung Greja, pepanthan Caruban mengalami berbagai kendala perijinan. Syukur bahwa Tuhan sang Pemilik Gereja menempatkan Bapak Sudarmawan sebagai Camat wilayah Mejayan & beberapa komisi TNI yang beragama Kristen di Saradan, juga peran para donatur yang diberkati.

Bersamaan dengan didewasakannya GKJW jemaat Madiun Lor pada tahun 1989, pepanthan Caruban menjadi bagian pelayanan GKJW jemaat Madiun Lor. kerjasama demi kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalankan dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan pemerintah. sehingga pada tahun 1998, melalui kerjasama dengan BIMAS Kristen Protestan kabupaten Madiun, tumbuh kelompok Marenco di desa Durenan kecamatan Gemarang (42 km dari Mejayan arah wisata Sedudo Nganjuk).
Dengan adanya rencana pemerintah mengembangkan kota Caruban menjadi ibukota kabupaten Madiun, dimana kantor-kantor pemerintah kabupaten Madiun dipindahkan ke wilayah Caruban, maka pepanthan Caruban bersemangat untuk mempersiapkan diri menjadi jemaat GKJW yang mandiri.
Hal ini mengingat bahwa sering kali perkembangan suatu kota menjadikannya bertambahnya warga jermaat secara kuantitas maupun kualitas.
Diawali dengan pernyataan warga jemaat Caruban dalam sidang Majelis Daerah Madiun ke 1 tahun 1999, pepanthan Caruban bersama jemaat Madiun Lor berbenah diri mempersiapkan kemandirian. Rencana anggaran tiap tahun dinaikkan secara signifikan, data statistik serta administrasi dirapikan, tata organisasi serta SDM pelaksanaannya disiapkan & rumah dinas pendeta diadakan. Semua berjalan dengan baik dalam kurun waktu 5 tahun dan walaupun masih ada beberapa kekurangan, pada sidang MD ke 1 awal tahun 2004, warga calon jemaat Caruban menyatakan siap menjadi jemaat GKJW yang mandiri.

Melewati berbagai penelitian & pertimbangan Majelis Daerah (MD) GKJW Madiun, maka pada tanggak 15 Mei 2004, PHMD Madiun mengadakan visitasi ke Caruban & dilihat bahwa calon jemaat Caruban sudah cukup mampu untuk diajukan kepada sidang MA GKJW sebagai jemaat yang dewasa & mandiri.

Akhirnya, sidang MA GKJW tahun 2004 memutuskan bahwa calon jemaat Caruban pendewasaannya diserahkan pelayan harian majelis agung (PHMA). Pada tanggal 8 Desember 2004, PHMA GKJW mengadakan visitasi ke Caruban untuk melengkapi data penelitiannya, dan pada tanggal 13 Desember 2004 disepakati semua pihak yang terkait dengan proses pendewasaan, bahwa hari Rabu, tanggal 9 Maret 2005, calon jemaat Caruban dapat diresmikan menjadi jemaat GKJW ke 148 dengan nama Greja Kristen Jawi Wetan JEMAAT CARUBAN berkedudukan di jl. Nias 20 Caruban. Lantas sejak 2 September 2007 berkesempatan untuk mendapat pendeta baku pertama atas nama Pdt. Hardiyan Triasmoroadi S.Si

VISI
Greja kristen jawi wetan dipanggil oleh Tuhan Allah untuk ikut seta melaksanakan rencana karyaNya di dunia ini & bertanggung jawab atas pemberlakuan kasih, kebenaran, keadilan, damai sejahtera bagi masyarakat, bangsa & negara

MISI
1. Greja Kristen Jawi Wetan menjalankan kegiatan pelayanan pada bidang teologia yaitu bergumul dengan firman & karya Tuhan Allah di dunia ini untuk mendapatkan wawasan, motivasi, kekuatan & petunjukNya
2. Greja Kristen Jawi Wetan menjalankan kegiatan pelayanan pada bidang persekutuan yaitu mewujudkan & mengembangkan persekutuan gerejawi
3. Greja Kristen Jawi Wetan menjalankan kegiatan pelayanan pada bidang kesaksian yaitu kegiatan menjadi saksi Yesus Kristus & mewartakan berlakunya rencana karya & kuasa Tuhan Allah serta penggenapan atas dunia denagn segala isinya
4. Greja Kristen Jawi Wetan menjalankan kegiatan pelayanan pada bisang cinta kasih, yaitu kegiatan menyatakan cinta kasih Tuhan Allah kepada dunia dengan segala isinya, untuk mewujudkan kesejahteraan lahir bathin
5. Greja Kristen Jawi Wetan menjalankan kegiatan pelayaan pada bidang penatalayan, yaitu kegiatan mengusahakan & mengelola secara bertanggung jawab segala daya, dana & sarana pemberian Tuhan Allah dalam rangka memenuhi panggilanNya

tempat wisata caruban, tempat, tempat hiburan caruban, wisata caruban